Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang PERSAHABATAN.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang harus di penuhi.
Dialah ladang hati yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu,
Kenapa kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mau kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata "TIDAK"
di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata "IYA".
Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan di kongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berduka cita;
Karena yang paling kau kasihi dalam dirirnya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaanya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tnah ngarai daratan.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkayaroh kejiwaan.
Karena cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada di harapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika diaharus tau musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau senantiasa mencarinya, untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu????????
Carilah dia untuk bersama menghidupkan sang waktu!!!!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan.
Karena dlam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan gairah segar kehidupan.